Posted by Rachmat at August 25, 2017

Category: Sekolah Pilot

Tags: ,

Keberadaan sekolah pilot saat ini sudah semakin menjamur baik di dalam maupun di luar negeri entah yang berdiri di bawah naungan pemerintah atau pun swasta. Namun, hal ini tak lantas membuat sejumlah orang dilema dalam memilih sekolah pilot. Beberapa orang merasa yakin mendaftar di sekolah penerbangan yang memiliki kerjasama atau milik maskapai penerbangan. Menurut pandangan mereka, menjadi kadet di sekolah pilot rekanan airline bisa menjamin karir. Apakah benar demikian? Kenyataannya, pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Cepat atau tidaknya lulusan sekolah pilot diterima bekerja tergantung dari beberapa faktor seperti berikut:

Kemampuan terbang yang dimiliki. Lulusan sekolah pilot rekanan airline sekalipun tidak bisa menghindar dari tes yang diadakan oleh pihak maskapai. Tes yang diadakan salah satunya bertujuan untuk mengetahui kemampuan terbang yang dimiliki lulusan. Apabila kemampuan terbang tidak sebanding dengan total jam terbang yang dimiliki, lulusan berpotensi gagal lolos seleksi. Salah satu pemicu dari masalah ini adalah tempat latihan para kadet sekolah pilot gabung dengan bandara komersil. Kondisi ini memungkinkan jam terbang yang dimiliki para kadet tidak utuh jam terbang.

Lisensi yang telah dikantongi. Syarat yang ditawarkan oleh rata-rata maskapai penerbangan untuk para lulusan sekolah penerbangan adalah memiliki lisensi MER (Multi-Engine Rating). Lisensi ini membuktikan bahwa lulusan memiliki keterampilan dalam menerbangkan pesawat yang memiliki lebih dari 1 mesin. Pasalnya, mayoritas armada maskapai penerbangan menggunakan pesawat jenis Airbus & Boeing yang bermesin ganda. Ini berarti, meskipun lulusan dari sekolah pilot rekanan airline sekalipun kemungkinan besar tidak bakal lolos kalau hanya mengantongi lisensi PPL, CPL, & IR saja karena dianggap belum siap masuk di dunia kerja.

Kesehatan yang dimiliki. Kesehatan, salah satu aspek yang diprioritaskan oleh pihak maspakai dalam menyeleksi calon pilot. Pasalnya, kesehatan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap keselamatan penerbangan. Apabila hasil tes medical examination yang dilakukan di Hatpen bagus, lulusan dari sekolah penerbangan bukan rekanan airline sekalipun punya peluang lolos. Sebaliknya, ketika hasil tes medex menyatakan lulusan memiliki gangguan kesehatan entah pada mata, pendengaran, atau pun organ dalam, lulusan dari sekolah pilot airline sekalipun bakal gugur.

Penguasaan bahasa Inggris. Penguasaan bahasa Inggris bukan hanya diperlukan ketika menjadi kadet karena buku-buku panduan penerbangan yang menggunakan bahasa Inggris karena diterbitkan oleh penerbit luar negeri serta bahasa pengantar di dalam kelas juga menggunakan bahasa Inggris, melainkan juga dibutuhkan saat menjadi pilot airline untuk melakukan komunikasi dengan ATC (pihak yang bertugas mengatur lalu lintas udara). Tak heran kalau pihak airline mensyaratkan para pelamar memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dalam TOEFL dengan score minimal 700. Walaupun lulusan sekolah pilot rekanan airline, kesulitan bekerja bakalan dialami ketika tidak menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Intinya, yang dipertimbangkan ketika hendak masuk sekolah penerbangan itu bukan sekedar ada kerjasama atau tidak dengan pihak airline karena semuanya kembali lagi pada faktor-faktor di atas. Jauh lebih disarankan ketika memilih sekolah yang punya lapangan terbang pribadi, pesawat untuk latihan terbang yang banyak, instruktur penerbangan yang profesional, dll yang dapat menunjang kemampuan terbang. Tak lupa untuk menjaga kesehatan serta asah kemampuan bahasa Inggris setelah lulus sekolah. Jangan sampai dua hal ini jadi kendala masuk ke dunia kerja.

Posted by Sri at July 27, 2017

Category: Pilot

Tags: ,

Salah satu profesi yang kian diminati adalah pilot. Bagaimana tidak, seorang pilot memiliki penghasilan tinggi setiap bulannya. Selain mendapatkan penghasilan tinggi, menjadi pilot dapat keliling dunia gratis. Karena alasan itulah terkadang membuat orang tertarik menjadi pilot. Sayangnya, untuk menuju profesi satu ini tidak muda karena ada banyak kendala yang terkadang membuat orang tidak bisa mewujudkan cita-cita menjadi pilot. Semua ini dikarenakan menjadi pilot bukan pekerjaan yang mudah karena memiliki tanggung jawab besar sehingga pihak maskapai penerbangan tidak asal merekrut Anda menjadi pilot. Maka dari itu, untuk menjadi pilot itu harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak maskapai. Menjadi pilot itu bisa dikatakan tidak mudah. Untuk mengetahui apa yang menjadi bukti kalau jadi pilot itu tidak mudah, berikut ini.

Biaya yang dibutuhkan besar

Yang menjadi bukti pertama apa yang menyebabkan jadi pilot tidak mudah yaitu dikarenakan biaya. Biaya untuk mengapai cita-cita sebagai penerbangan pesawat atau pilot bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Biaya besar yang dimaksud adalah biaya yang digunakan untuk masuk sekolah pilot. Ini dikarenakan menjadi pilot harus memiliki pengetahuan tentang dunia penerbangan terlebih dahulu. Pengetahuan ini nantinya akan didapatkan saat menjadi siswa pilot. Di sekolah pilot Anda akan diajari mengenai cara membawa pesawat dan ilmu terbang lainnya secara teori. Disini juga Anda akan mendapatkan surat izin terbang atau yang disebut dengan lisensi terbang seperti, PPL, CPL, IR, dan MER. Nah, selama Anda di sekolah pilot inilah butuh biaya besar. Apalagi bagi Anda yang masuk sekolah pilot swasta. Tanpa lulus dari sekolah pilot, tidak bisa jadi penerbang. Jadi, bagi Anda yang ingin jadi pilot, mulailah dari sekarang untuk menabung.

Tes yang harus diikuti ketat

Selanjutnya yang membuat jadi pilot tidak mudah dapat dibutikan dari tes yang harus diikuti. Untuk soal tes, tidak hanya saat masuk sekolah pilot saja tapi saat melamar di maskapai penerbangan tes akan tetap dilakukan. Tes yang dilakukan bisa dikatakan sangat ketat karena pihak maskapai harus merekrut calon pilot yang benar-benar sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan pihak maskapai. Tes yang harus diikuti seperti tes kesehatan dan tes bahasa Inggris. Jika Anda merasa mudah saat mengikuti tes masuk sekolah pilot, belum tentu terjadi saat melamar di maskapai penerbangan. Usahakan untuk terus menjaga kesehata dan melatih kemampuan bahasa Inggris Anda saat di sekolah pilot.

Bahasa Inggris harus dikuasai

Terakhir yang membuat jadi pilot tidak mudah adalah seorang pilot harus menguasai bahasa Inggris. Bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa penting bagi pilot karena sebagai alat komunikasi saat penerbangan terjadi. Yang membuat pilot harus menguasai bahasa satu ini dikarenakan informasi yang akan diberikan pihak pemandu lalu lintas udara (ATC) menggunakan bahasa Inggris. Bukan tidak mungkin akibat tidak menguasai bahasa Inggris, membuat informasi yang diterima salah. Dan, ini juga dapat membahayakan dunia penerbangan. Bagi Anda yang berminat menjadi pilot, mulailah dari sekarang untuk belajar bahasa Inggris agar bisa menguasai. Begitu juga, saat Anda telah masuk sekolah pilot harus terus belajar dan berlatih.

Demikianlah hal-hal yang menjadi bukti bawah menjadi pilot itu tidak mudah. Meskipun tidak mudah, Anda memiliki kesempatan jadi pilot selama Anda terus berusaha untuk mengapai keinginan menjadi pilot.

Posted by Leni at June 2, 2017

Category: Pilot

Tags: ,

Pilot tergolong sebagai salah satu profesi yang sangat familiar dan menjadi impian banyak orang. Pilot dengan seragam gagahnya mampu menarik perhatian masyarakat luas, bahkan tak sedikit pula anak-anak yang menanamkan cita-cita mereka untuk menjadi seorang pilot. Pilot bertugas dalam mengemudikan pesawat untuk mencapat tujuan. Dalam operasionalnya, ia akan berkomunikasi dengan ATC (Air Traffic Control) untuk dapat melakukan penerbangan dengan aman dan nyaman. Berbicara tentang profesi pilot, apa saja suka dukanya? Untuk lebih dekat, silakan simak uraian berikut:

Suka

Setiap profesi tentu ada hal-hal menarik atau yang menjadi kelebihan daripada pekerjaan itu sendiri. Bahkan kerap menjadi pandangan mengapa profesi tersebut banyak diincar. Dalam dunia penerbangan, berikut kelebihan (suka) menjadi pilot.

  • Durasi pendidikan relatif pendek

Pendidikan sekolah pilot relatif pendek, ada yang 2 tahun, 1,5 tahun, bahkan ada pula yang hanya 12 bulan. Hal ini tergantung dari kebijakan dan kemampuan sekolah dalam mencetak dan mempersiapkan cadet menjadi pilot-pilot yang handal. Kalau sekolah punya kapasitas yang baik dalam membentuk siswa menjadi pilot berkualitas, baik dari jumlah instruktur yang banyak, pesawat latih memadai, bandara pribadi, maupun juga dengan lisensi yang mendukung, kemungkinan besar pendidikan lebih cepat selesai. Seperti halnya dari segi fasilitas pesawat latih 1:5, hal ini memudahkan cadet dalam berlatih terbang dengan tidak harus menunggu atrian dalam menerbangkan pesawat sehingga dapat memperoleh jam terbang seperti yang telah direncanakan.

  • Gajinya tinggi

Satu alasan yang membuat profesi pilot kian menarik perhatian karena gajinya yang amat tinggi. Pilot baru lulus dan bekerja di maskapai saja bisa mendapat penghasilan sekitar 15-20 juta rupiah, apalagi kalau sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi tentu bisa naik jabatan. Faktanya untuk pilot yang sudah menjadi kapten bisa mencapai 70 juta per bulan terutama di airline top di Indonesia.

Duka

Tak lepas dari kelebihan, pilot pun punya banyak kekurangan (duka), sebagai berikut:

  • Biaya pendidikan mahal

Pendidikan pilot memang sangat singkat. Dengan durasinya yang sangat efektif memungkinkan bagi pilot meraih karir dalam masa lebih cepat. Namun, dari segi biaya pendidikan pilot tergolong sebagai salah satu sekolah penerbangan yang termahal. Faktanya, untuk menyelesaikan pendidikan di sekolah pilot saat ini membutuhkan biaya kurang lebih 800 juta rupiah. Hal ini sudah termasuk asrama, makan, pakaian, latihan, dan kepentingan lainnya. Namun, tak menutup kemungkinan pula sekolah masih membebankan biaya tambahan karena suatu hal tertentu. Jika tak bisa melunasi biaya sekolah dengan baik, ditakutkan siswa bakal sulit lulus.

  • Tanggung jawabnya besar

Kelemahan selanjutnya dari profesi sebagai pilot adalah dari pekerjaannya yang tidak mudah, tanggung jawabnya sangat besar dalam menjaga keselamatan penumpang. Pilot harus berhati-hati dan punya persiapan yang baik dari take off sampai landing dengan selamat. Sebelum take off pilot diharuskan untuk mengecek kondisi kesehatan dan cuaca juga sudah diperkirakan. Namun demikian, walaupun kesehatan dalam kondisi baik pilot kerap sering terkena kanker kulit karena cuaca yang sangat ekstrim, sedangkan cuaca bisa berubah sewaktu-waktu dengan perkiraan yang meleset.

Setiap profesi membutuhkan perjuangan. Semakin berat perjuangan dan pengabdiannya maka imbalannya pun akan semakin besar, termasuk juga kerugian yang bakal diterima. Seperti halnya pilot, butuh perjuangan yang ekstra untuk menjadi cadet, melamar di maskapai penerbangan, sampai menjalani profesi tersebut dengan menuai banyak konsekuensi.