Archive for the ‘Sekolah Pilot’ Category

Posted by Rachmat at September 30, 2017

Category: Sekolah Pilot

Tags: , ,

Lulus dari sekolah pilot adalah sebuah kebanggaan tapi jangan biarkan kebanggaan ini menjadi sebuah kesombongan. Tak dapat dipungkiri bahwa ada banyak lulusan sekolah penerbangan yang tinggi hati ketika mereka berhasil meraih kelulusan. Mereka pun melakukan perayaan atas pencapaian mereka secara berlebih-lebihan padahal itu baru saja permulaan untuk memasuki dunia kerja sesungguhnya. Selain rasa jumawa, para lulusan juga sering beropini seperti disebutkan di bawah ini sehingga pada akhirnya mereka menyesal dan mengalami kecewa yang mendalam:

Setelah lulus bisa langsung dapat kerja

Memang ada beberapa flight school yang sudah bekerjasama dengan maskapai tertentu untuk mempekerjakan lulusan mereka. Namun, ini bukan berarti bahwa setiap lulusan dari sekolah pilot tersebut bisa langsung bekerja tanpa tes sama sekali di airline tersebut. Mereka tetap harus menjalani sejumlah tes, mulai dari kelengkapan berkas sampai tes wawancara. Pihak sekolah hanya mempermudah mereka dengan menyalurkan mereka secara langsung tanpa harus mencari-cari lowongan pekerjaan terlebih dahulu. Apabila mereka memenuhi kriteria dan memang layak untuk dipekerjakan, mereka pasti diterima. Sebaliknya, jika skill mereka jelek, untuk apa maskapai mempekerjakan mereka, yang ada mereka akan dicoret dari persaingan. Untuk itu, hapus opini setelah lulus bisa langsung dapat kerja karena mendapatkan pekerjaan di maskapai penerbangan tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Butuh perjuangan dan pengobanan baik waktu, tenaga, dan juga uang.

Kondisi kesehatan tidak perlu begitu diperhatikan karena sudah lulus medex saat masuk sekolah pilot

Tes kesehatan memang sudah dilakukan sebelum masuk ke sekolah pilot tapi perubahan kesehatan bisa saja terjadi setiap hari, minggu, bulan, dan tahunnya. Bisa saja setelah lulus dari sekolah pilot, beberapa lulusan justru tidak menjaga berat badan sehingga mengalami obesitas atau ada juga yang jadi kecanduan merokok. Maka dari itu, salah besar apabila menganggap bahwa kondisi kesehatan tidak menjadi hal yang penting untuk diperhatikan setelah lulus. Sadari pula bahwa ada tes kesehatan lagi yang akan diadakan pihak maskapai terhadap seluruh calon pekerja mereka sebelum dinyatakan lulus. Apabila mereka terbukti bermasalah dengan kesehatan mereka, bisa dipastikan bahwa pihak maskapai akan mencoret mereka dari persaingan. Ini berarti bahwa mereka sudah gagal dan melewatkan satu kesempatan untuk bekerja di airlines. Untuk itu, sangat disarankan untuk menjaga kondisi kesehatan setelah lulus seoptimal mungkin. Jika memang susah mendapatkan pekerjaan dan butuh waktu berbulan-bulan, jangan cepat berputus asa dan lantas melakukan tindakan bodoh yang dapat mempengaruhi kesehatan. Tetap usaha dan jaga kesehatan sebaik mungkin karena ini adalah salah satu aspek penting diterima atau tidaknya di maskapai penerbangan.

Pilot asing lebih diutamakan dibandingkan pilot dalam negeri

Tak dapat dipungkiri bahwa keberadaan pilot asing cukup menyita perhatian dan menjadi sorotan pilot-pilot muda dalam negeri. Pasalnya jumlah mereka yang tidak sedikit dan kecenderungan airline untuk mempekerjakan mereka membuat para lulusan sekolah pilot sudah patah semangat karena menganggap bahwa pilot asing yang lebih diutamakan. Hal ini jelas tidak benar karena pada umumnya maskapai penerbangan hanya mempekerjakan pilot asing untuk mencukupi kebutuhan. Bahkan ada banyak pilot yang berasal dari luar negeri hanya menjadi cadangan atau backup ketika pilot-pilot utama harus menempuh pendidikan lagi untuk mendapatkan license tertentu atau ketika ada slot-slot kosong yang ditinggalkan oleh pilot dalam negeri karena pindah ke tempat lain. Intinya, peluang untuk bekerja di maskapai penerbangan itu tetap ada selama mau berusaha. Siapa pun pesaingan, mau kadet dalam negeri maupun luar negeri, tidak perlu khawatir selama memiliki kemampuan dan wawasan yang baik.

Posted by Rachmat at August 25, 2017

Category: Sekolah Pilot

Tags: ,

Keberadaan sekolah pilot saat ini sudah semakin menjamur baik di dalam maupun di luar negeri entah yang berdiri di bawah naungan pemerintah atau pun swasta. Namun, hal ini tak lantas membuat sejumlah orang dilema dalam memilih sekolah pilot. Beberapa orang merasa yakin mendaftar di sekolah penerbangan yang memiliki kerjasama atau milik maskapai penerbangan. Menurut pandangan mereka, menjadi kadet di sekolah pilot rekanan airline bisa menjamin karir. Apakah benar demikian? Kenyataannya, pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Cepat atau tidaknya lulusan sekolah pilot diterima bekerja tergantung dari beberapa faktor seperti berikut:

Kemampuan terbang yang dimiliki. Lulusan sekolah pilot rekanan airline sekalipun tidak bisa menghindar dari tes yang diadakan oleh pihak maskapai. Tes yang diadakan salah satunya bertujuan untuk mengetahui kemampuan terbang yang dimiliki lulusan. Apabila kemampuan terbang tidak sebanding dengan total jam terbang yang dimiliki, lulusan berpotensi gagal lolos seleksi. Salah satu pemicu dari masalah ini adalah tempat latihan para kadet sekolah pilot gabung dengan bandara komersil. Kondisi ini memungkinkan jam terbang yang dimiliki para kadet tidak utuh jam terbang.

Lisensi yang telah dikantongi. Syarat yang ditawarkan oleh rata-rata maskapai penerbangan untuk para lulusan sekolah penerbangan adalah memiliki lisensi MER (Multi-Engine Rating). Lisensi ini membuktikan bahwa lulusan memiliki keterampilan dalam menerbangkan pesawat yang memiliki lebih dari 1 mesin. Pasalnya, mayoritas armada maskapai penerbangan menggunakan pesawat jenis Airbus & Boeing yang bermesin ganda. Ini berarti, meskipun lulusan dari sekolah pilot rekanan airline sekalipun kemungkinan besar tidak bakal lolos kalau hanya mengantongi lisensi PPL, CPL, & IR saja karena dianggap belum siap masuk di dunia kerja.

Kesehatan yang dimiliki. Kesehatan, salah satu aspek yang diprioritaskan oleh pihak maspakai dalam menyeleksi calon pilot. Pasalnya, kesehatan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap keselamatan penerbangan. Apabila hasil tes medical examination yang dilakukan di Hatpen bagus, lulusan dari sekolah penerbangan bukan rekanan airline sekalipun punya peluang lolos. Sebaliknya, ketika hasil tes medex menyatakan lulusan memiliki gangguan kesehatan entah pada mata, pendengaran, atau pun organ dalam, lulusan dari sekolah pilot airline sekalipun bakal gugur.

Penguasaan bahasa Inggris. Penguasaan bahasa Inggris bukan hanya diperlukan ketika menjadi kadet karena buku-buku panduan penerbangan yang menggunakan bahasa Inggris karena diterbitkan oleh penerbit luar negeri serta bahasa pengantar di dalam kelas juga menggunakan bahasa Inggris, melainkan juga dibutuhkan saat menjadi pilot airline untuk melakukan komunikasi dengan ATC (pihak yang bertugas mengatur lalu lintas udara). Tak heran kalau pihak airline mensyaratkan para pelamar memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dalam TOEFL dengan score minimal 700. Walaupun lulusan sekolah pilot rekanan airline, kesulitan bekerja bakalan dialami ketika tidak menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Intinya, yang dipertimbangkan ketika hendak masuk sekolah penerbangan itu bukan sekedar ada kerjasama atau tidak dengan pihak airline karena semuanya kembali lagi pada faktor-faktor di atas. Jauh lebih disarankan ketika memilih sekolah yang punya lapangan terbang pribadi, pesawat untuk latihan terbang yang banyak, instruktur penerbangan yang profesional, dll yang dapat menunjang kemampuan terbang. Tak lupa untuk menjaga kesehatan serta asah kemampuan bahasa Inggris setelah lulus sekolah. Jangan sampai dua hal ini jadi kendala masuk ke dunia kerja.